Kehilangan sesuatu yang begitu berharga memang sangatlah menyakitkan. Aku tahu hal itu sebab hal itu sudah tak asing lagi bagiku. Berulang kali aku kehilangan, berulang kali pula aku tersakiti.
Sebenarnya beginilah kehidupan, akan ada yang datang dan yang pergi. Semua yang hadir di hidup kita pada akhirnya akan pergi. Ini memang menyakitkan namun Sang Sutradara telah mengatur segala skenario-Nya dan takkan ada pemeran yang tahu bagaimana kedepannya.
Tapi bagaimana jika sesuatu yang pergi itu hadir kembali? Sesuatu yang sangatlah berarti dan sudah sangat melekat pada jiwaku. Yah bisa ditebak maksudku. Dia yang telah pergi itu hadir kembali mengisi kekosongan hatiku yang letih dan masih hidup dibawah bayang - bayangnya.
Jujur... Setelah ia kembali lagi, ada perasaan aneh pada diriku. Aku merasa ada yang berbeda. Entah apakah aku masih mencari puing - puing cinta pada dua hati ini yang sempat terluka? Ataukah hatiku masih merasa asing dengannya meski dulu kita menjadi satu? Ah aku tak tahu.
Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku masih menyayanginya. Hatiku masih untuknya. Sebagian jiwaku masih bersamanya. Aku masih memiliki pengharapan besar yang berteduh padanya. Aku masih bermimpi tentangnya. Ini tak bisa kupungkiri.
Aku tidak menginginkan ini. Aku tidak menginginkan sebuah perasaan asing satu sama lain. Aku menginginkan perasaan yang kudapati dulu, sebelum aku terluka.
Sesungguhnya ini hanya masalah waktu. Dan aku berharap ini tak membutuhkan waktu lama untuk kembali seperti semula. Kembali ke posisi awalku dan bersantai ria disana.
Aku ingin kamu selalu disisiku! Buat aku nyaman kembali! Buat aku mendapati sesuatu yang berbeda itu dan menghilangkannya! Cukup selalu disisiku!
Sebenarnya beginilah kehidupan, akan ada yang datang dan yang pergi. Semua yang hadir di hidup kita pada akhirnya akan pergi. Ini memang menyakitkan namun Sang Sutradara telah mengatur segala skenario-Nya dan takkan ada pemeran yang tahu bagaimana kedepannya.
Tapi bagaimana jika sesuatu yang pergi itu hadir kembali? Sesuatu yang sangatlah berarti dan sudah sangat melekat pada jiwaku. Yah bisa ditebak maksudku. Dia yang telah pergi itu hadir kembali mengisi kekosongan hatiku yang letih dan masih hidup dibawah bayang - bayangnya.
Jujur... Setelah ia kembali lagi, ada perasaan aneh pada diriku. Aku merasa ada yang berbeda. Entah apakah aku masih mencari puing - puing cinta pada dua hati ini yang sempat terluka? Ataukah hatiku masih merasa asing dengannya meski dulu kita menjadi satu? Ah aku tak tahu.
Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku masih menyayanginya. Hatiku masih untuknya. Sebagian jiwaku masih bersamanya. Aku masih memiliki pengharapan besar yang berteduh padanya. Aku masih bermimpi tentangnya. Ini tak bisa kupungkiri.
Aku tidak menginginkan ini. Aku tidak menginginkan sebuah perasaan asing satu sama lain. Aku menginginkan perasaan yang kudapati dulu, sebelum aku terluka.
Sesungguhnya ini hanya masalah waktu. Dan aku berharap ini tak membutuhkan waktu lama untuk kembali seperti semula. Kembali ke posisi awalku dan bersantai ria disana.
Aku ingin kamu selalu disisiku! Buat aku nyaman kembali! Buat aku mendapati sesuatu yang berbeda itu dan menghilangkannya! Cukup selalu disisiku!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar